Supervisi Aceh [1]

Kamis, 12 April 2012 , 12:49:32 WIB
Supervisi Aceh [1]
Dengan menumpang KA Dwipangga dari Sta Purwokerto, subuh Minggu 8 April 2012 tadi, saya tiba kembali di Sta Gambir Jakarta. Pada siang ini saya berangkat ke Aceh untuk tugas menyupervisi pengawas Pemilu di sana. Seperti biasa, saya membawa bekal perlengkapan supervisi, seperti rompi supervisi, buku mini atau notes, dan buku himpunan peraturan perundang-undangan mengenai pemungutan dan penghitungan suara Pemilukada.

Saya tak sendirian. Saya didampingi staf bagian pengawasan Khairul Mukmin alias Elung serta tim asistensi Pramono Thantawi Ubaid. Sesampai di Bandara Soetta, sudah menunggu Elung, karena sejak tadi pagi sudah berada di Terminal 2F Soetta, dia langsung dari Palembang menengok orang tuanya di sana. Maksudnya bahwa dia tak perlu berbarengan dari sekitar Jakarta. Saya sudah di-checkin-kan rupanya. Kami menunggu panggilan, senyampang santai di lounge sayap kanan terminal tersebut.

Maskapai terbaik ini tak sepenuhnya sembuh dari penyakit klasiknya. Pesawat yang kami tumpangi delay hingga hampir dua jam. Saya tahu bahwa jurusan Jakarta-Banda Aceh akan transit sebentar di Polonia Medan. Kali ini saya tak akan memanfaatkan transit ini. Selain terlalu singkat, pula saya ingin memanfaatkan selama penerbangan untuk memejamkan mata, istirahat. Dan demikianlah yang terjadi, selama perjalanan saya istirahat total.

Landing di Bandara Internasional Iskandar Muda, Banda Aceh. Sebelum mendarat tadi, tampak kubah besar bandara, dari ketinggian. Itulah landmark Banda Aceh, yang membedakan antara bandara ini dengan bandara kebanyakan di Indonesia. Saya dijemput Ketua dan anggota Panwaslu Aceh Besar, Mukhlis Hasan dan Cut Hasan Fadlillah. Langsung meluncur ke penginapan. Hari beranjak gelap sesampai saya di Hotel Grand Nanggroe.*

Aceh, 8 April 2012